Jumat, 09 November 2012

Manusia dan Pandangan Hidup


Pandangan hidup adalah bagaimana manusia memandang kehidupan atau bagaimana manusia memiliki konsepsi tentang kehidupan. Pandangan hidup terdiri dari cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Ketiga hal tersebut tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya, manusia tidak bisa melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup.1.      Cita-CitaCita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita juga seringkali diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan, niat, atau harapan. Dengan adanya cita-cita menandakan kedinamikaan manusia.Sejak dalam kandungan, orang tua telah tua telah mencita-citakan agar anaknya kelak menjadi ini atau itu, sesuai dengan keinginan orang tuanya. Keinginan orang tua atas anaknya bergantung pada pendidikan, pengalaman, dan lingkungan orang tua. Namun tidak ada orang tua yang berkeinginan agar anaknya menjadi orang yang tidak baik.Kadang-kadang cita-cita diartikan sebagai angan-angan, hal ini terjadi pada nak yang masih bersekolah di TK atau SD atau bahkan belum sekolah. Apabila anak tersebut ditanya orang tua, “Ingin jadi polisi!” atau “Ingin jadi penerbang!” hal ini karena polisi adalah sosok yang gagah dimatanya, dan penerbang kelihatan hebat saat pesawat melintas diudara. Setelah anak beranjak besar, bertambah pengetahuan, dan pengalaman, maka berubahlah angan-angan anak itu atau mungkin juga tetap. Ada cita-cita yang berarti harapan, keinginan, dan cita-cita yang berarti tujuan.Ada juga tiga kategori keadaan hati seseorang, yaitu keras, lunak, dan lemah. Orang yang berhati keras, tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Orang yang berhati keras biasanya mencapai hasil yang gemilang dan sukses. Orang yang berhati lunak dalam mencapai cita-ccita menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, namun ia tetap berusaha mencapai cita-cita itu. Karena itu, meskipun lambat, ia akan berhasil mencapai cita-citanya. Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila ia menghadapi kesulitan, maka cepat-cepat ia ia berganti haluan, berganti keinginan.

  1. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
  1. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
  1. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
  1. Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
  1. Atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.




Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.

Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung kesusahan. Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor, antara lain :
Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Sekalipun demikian, pandangan hiup erat sekali kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau masyarakat.
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) dan Abdurrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat elastis. Maksudnya bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.
Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang biasanya digunakan sebagai pendukung suatu organisasi disebut ideology. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya menuju tujuan akhir.



Sumber : http://rouf-artikel.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-pandangan-hidup.html
http://www.perkuliahan.com/makalah-manusia-dan-pandangan-hidup/

Kamis, 08 November 2012

Manusia dan Penderitaan


Manusia dan penderitaan
Penderitan merupakan hal yang sangat tidak ingin kita dapatkan bahkan ada sebagian orang yang ingin menghindari penderitaan tersebut. Namun jika kita hubungkan dengan manusia, manusia di ciptakan untuk siap menghadapi penderitaan. Ada yang di sebut penderitaan rohani maupun penderitaan jasmani
Penderitaan rohani. Penderitaan rohani adalah penderitaan yang berasal dari hati kita sendiri, rasa kesakitan yang mendalam, rasa sakit hati, maupun rasa yang ada di perasaan kita. Menurut sebagian orang penderitaan yang berasal dari rohani lebih sakit di rasakan daripada penderitaan jasmani. Karna, hati kita tidak merasa bahagia, selalu bersedih dan dan tidak pernah merasa bahwa hidup dia sempurna.
Penderitaan jasmani. penderitaan jasmani itu  penderitaan yang dapat di lihat jelas bentuknya. Contohnya dapat kita lihat di kalangan bawah masyarakat indonesia, banyak anak-anak ataupun masyarakat yang sampai saat ini mengalami penderitaan jasmani, mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang layak,bahkan untuk makan sehari-hari seja mereka masih harus berikir berulang kali agar dapat mencukupi persediaan uang yang mereka dapatkan tersebut.
Manusia di ciptakan untuk bisa menghadapi penderitaan. Agak subjektif, namun dapat kita pastikan seperti contoh bayi yang baru lahir itu pasti menangis. Menurut seseorang bayi tersebut bukan menangi, melainkan berteriak sumpah kepada sang penciptanya bahwa dia akan siap menghadapi masalah atau penderitaan di dunianya ini baik sekarang maupun di kelak hari.
Penderitaan itu hasil, bukan proses.. jika kita merumitkan proses ersebut maka akan menjadi masalah di kemudian harinya.
Penderitaan itu sugesti, sebenernya tiap orang bisa merasakan bahagia dengan mudah. Caranya hanya dengan cukup bersyukur, buka mata dan lihatlah di sekeliling anda! Jika melihat ke atas dia pasti akan merasa bahwa dia menderita, namun jika dia lihat ke bawah maka dia akan sangat bersyukur bahwa dia masih merasa beruntung karna masih banyak yang lebih menderita dibanding dia, namun mereka tetap kuat. Jadi, bersyukur itu merupakan stimulus yang paling baik untuk menjauhi perasaan “menderita”
Manusia di ciptakan untuk merasakan penderitaan agar kita selalu tetap bersikap bersyukur kepada sang penciptanya

Manusia dan Harapan


Manusia dan harapan
Harapan itu besal dari kata harap yang artinya mengiginkan sesuatu itu agar terwujud, atau dapat pula di sebut impian. Dulu sewaktu kecil sekitarberumur 3 tahun aku mempunyai impian memiliki istna yang indah seperti istana di kerajaan barbie. Mempunyai kendaraan kuda putih lalu mempunyai ruangan yang berisi coklaaaaaat... semuanya. Kemudian di depannya ada danau kecil dan taman bunga, biar nanti bisa bermain di waktu sore hari. Lalu, setelah berumur 5-6 tahun harapanku berganti, aku ingin sekali menjadi dokter hewan, karena dulu hewan-hewan banyak yang di siksa , banyak yang di telantarin, kenapa mereka yang seimut itu mesti kena siksaan, kan kasihan.. maka dari itumasa kecilku yang masih berumur  5 tahun itu langsung berpikir untuk menjadi dokter hewan :D setelah berumur 9 tahun pikiranku mulai berubah, cita-citaku pun juga berubah. Aku ingin menjadi seorang dokter, dokter anak. Lalu semenjak mulai memasuki sekolah smp, pikiranku berubah kembali, ingin menjadi psikologi. Kenapa? Akupun juga engak tau kenapa :P hahaha ya karna mau menjadi ibu psikolog J doakan ya teman-teman semoga aku bisa jadi ibu psikolog beneran :D

Minggu, 04 November 2012

Manusia dan Keindahan

Keindahan, jika membicarakan atentang keindahan hal yang paling tertama terlintas di pikiran adalah sesuatu yang enak di lihat, menarik untuk di pandang. keindahan berasal dari kata indah, bagus, elok, cantik, mempesona, dan sebagainya.
Manusia pasti mempunyai keindahan tersendiri, bisa di tinjau dari penampilannya, sikap dan tingkah laku, maupun perbuatan atau cara pandangnya. wanita yang indah dapat di katakan cantik, pria yang indah dapat di katakan tampan. namun ada juga yang di bilang "inner beauty". jika memakai bahasaa inner beauty itu termasuk kecantikan atau ketampanan seseorang yang tidak dapat di lihat secara fisik melainkan dari dalam diri orang itu sendiri.
Wanita yang dapat di golongkan sebagai wanita inner beauty adalah wanita yang cantik hatinya, baik prilakunya, sopan perkataannya, elok sikapnya, dan pasti mempunyai hati yang sangat lemah lembut. meraka bisa di bilang cantik luar dalam, walaupun tanpa memakai make-up, kecantikan dan keindahan muka wanita yang inner beauty akan terpancar dengan sendirinya tanpa harus di buat-buat.
Pria yang termasuk inner beauty adalah pria yang tau tata krama bagaimana cara menghadapi setiap orang mulai dari orang tua maupun orang yang masih muda dibanding dirinya sendiri. memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan bisa mengontrol emosi mereka di setiap keadaan, tau kapan mereka harus bersikap aktif maupun pasif. tau kapan saja mereka harus bertindak atau berdiam diri. mempunyai rasa kasih sayang dan tidak bertele-tele dalam mengambil keputusan serta dapat mempertanggung jawabkan keputusan mereka sendiri. pria akan dapat terlihat indah apabila dia mempunyai sifat seperti yang di atas. namuan adakala yang menganggap bahwa pria atau wnanita yang indah itu dapat dilihat dari segi penampilan mereka atau bidang keahlian mereka. semua tergantung pemikiran seseorang yang memandang keindahan tersebut bagaimana


Manusia dan Cinta Kasih

Manusia adalah makhluk hidup sosial yang mempunyai perasaan dan selalu peka terhadap segala sesuatu yang ada di hadapannya, termasuk juga peka terhadap cinta.
cinta adalah sebuah rasa kasih sayang yang ingin selalu melindungi sesuatu yang layak, sebuah emosi dari kasih sayang yang berasal dari sesama senis maupun berlainan jenis, segala hal yang sesama makhluk hidup. rasa cinta tidak memandang apapun, dan tidak di ketahui bagaimana acara munculnya dan sampai kapan kita tau rasa cinta itu terus berkembang karna cinta termasuk sifat positif yang pasti ada di setiap diri makhluk hidup tanpa terkecuali

menurut sebagian orang ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti :
Perasaan terhadap keluarga
Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang
Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme

Cinta terhadap keluarga termasuk cinta yang dapat semua rasakan, seperti seorang ibu yang cinta dengan anak nya ingin melindunginya sepenuh hati dan rela melakukan apa saja asalkan anaknya bahagia dan tidak mengenal apa itu arti benci. Selalu merawatnya walaupun anaknya memiliki sesuatu kekurangan atau pernah melakukan nesalahan kepadanya.
Mungkin dari contoh diatas bisa kita simpulkan bahwa cinta tidak melihat dari segi apapun tapi menerima apa adanya. segala hal yang mempunyai perasaan ataupun akal pikiran pasti mereka mempunyai atau pernah merasakan cinta, temasuk manusia