Minggu, 12 April 2015

Mari Lebih Mengenal Terapi Humanistik

TERAPI HUMANISTIK

*      Konsep Utama Terapi Humanistik-Eksistensial

·         Kesadaran Diri
Kesadaran untuk memilih alternatif-alternatif yakni memutuskan secara bebas didalam kerangka pembatasnya adalah suatu aspek yang esensial pada manusia. Kebebasan memilih dan bertindak itu disertai tanggung jawab. Para ekstensialis menekan manusia bertanggung jawab atas keberadaan dan nasibnya.
·         Kebebasan, tanggung jawab, dan kecemasan 
·         Penciptaan Makna

*      Unsur – unsur Terapi Humanistik-Eksistensial

ü  Munculnya gangguan
Ketika kondisi-kondisi inti manusia mulai berubah, serta munculnya kecemasan-kecemasan terus-menerus, tidak bisa mengaktulaisasikan potensi diri, dan tidak bisa menyadari potensi-potensi diri yang dimiliki.
ü  Tujuan terapi
      Menyajikan kondisi-kondisi untuk memaksimalkan diri dan pertumbuhan.
Mengapus penghambat-penghambat aktualisasi potensi pribadi dalam membantuk klien
Membantu klien dalam menemukan dan menggunakan kebebasan memilih dan memperluas kesadaran diri. Membantuk klien agar bebas dan bertanggung jawab atas arah kehidupan sendiri.
ü  Peran Terapis
Terapis berusaha untuk menekankan & mendahulukan pemahaman(insight) klien agar bisa masuk ke dalam alam bawah sadar klien. Kemudian terapis mulai mulai memberikan stimulus berupa sugesti-sugesti kepada klien tentang potensi diri yang dimiliki.

*      Teknik Terapi Humanistik
Klien didorong agar bersemangat untuk lebih dalam meberikan klien pemahaman baru dan restrukturisasi nilai dan sikap mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan dianggap pantas, Kemudian klien dibantu dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Setelah dibantu dalam mengidentifikasi, klien diajak mendefinisikan cara pandang agar eksistensi mereka diterima.Lalu kemudian klien diajak untuk berfokus untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka, kemudian klien didorong untuk mengaplikasikan nilai barunya dengan jalan yang konkrit, klien biasanya akan menemukan kekuatan untuk menjalani eksistensi kehidupannya yang memiliki tujuan.

Daftar Pustaka
Semium,Y.(2006). Kesehatan Mental 3.Yogyakarta: Kanisiun
Corey,G.(1995), Theory and prantice of counseling and psychotherapy, Semarang: brooks/cole publishing company
Corey, Gerald. (2010). Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung

Kamis, 09 April 2015

Terapi Psikoanalisa

TERAPI PSIKOANALISA
(FREUD)

*      Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi

*      Konsep2 utama terapi psikoanalisis

1.      struktur kepribadian
·         id
·         ego
·         super ego

2.      pandangan ttg sifat manusia
·         pandangan freud ttg sifat manusia pd dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik dan reduksionistik

3.      kesadaran & ketidaksadaran
·         konsep ketaksadaran
Ø  mimpi2 → merupakan representative simbolik dari kebutuhan2, hasrat2  konflik
Ø  salah ucap / lupa → thd nama yg dikenal
Ø  sugesti pascahipnotik
Ø  bahan2 yg berasal dari teknik2 asosiasi bebas
Ø  bahan2 yg berasal dari teknik proyektif

4.      Kecemasan
·         Adalah suatu keadaan yg memotifasi kita untuk berbuat sesuatu
Fungsi → memperingatkan adanya ancaman bahaya

·         3 macam kecemasan
Ø  Kecemasan realistis
Ø  Kecemasan neurotic
Ø  Kecemasan moral

*      Teknik dasar Terapi Psikoanalisis

1.      Asosiasi bebas
→ adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman2 masa lalu & pelepasan emosi2 yg berkaitan dg situasi2 traumatik di masa lalu

2.      Penafsiran
→ Adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi2 bebas, mimpi2, resistensi2 dan transferensi
bentuk nya = tindakan analis yg menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna2 t.l

3.      Analisis Mimpi
→ Suatu prosedur yg penting untuk menyingkap bahan2 yg tidak disadari dan memberikan kpd klien atas beberapa area masalah yg tak terselesaikan

4.      Analisis dan Penafsiran Resistensi
→ Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan2 yg ada dibalik resistensi shg dia bias menanganinya

5.      Analisis & Penafsiran Transferensi
→ Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis krn mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi

*      Unsur-unsur Terapi psikoanalisa

1.      Muncul Gangguan

Psikoterapi berupaya untuk memunculkan penyebab masalah atau gangguan itu muncul melalui intervensi yang ditinjau dari lingkungan, kepribadian, faktor ekonomi, afeksi, komunikasi interpesonal dan lain sebagainya. Dengan usaha lebih mengenal penyebab gangguan itu muncul klien dapat memperkuat diri agar terhindar dari resiko yang tinggi dengan modifikasi interaksi terhdap lingkungannya.

2.      Tujuan Terapi
 Membentuk kembali struktur karakter individu dengan jalan membuat kesadaran yang tak disadari didalam diri klien   Focus pada upaya mengalami kembali pengalaman masa anak-anak.

3.      Peran Terapi
·         Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis
·         Membangun hubungan kerja dengan klien, dengan banyak mendengar dan menafsirkan
·         Terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan klien
·         Mendengarkan kesenjangan dan pertentangan pada cerita klien






Daftar Pustaka
Freud,S.(2006), Teori Kepribadian Dan Terapi Psikoanalitik Freud. Yogyakarta: Kanisius
Corey,G.(1995), Theory and Practice of Counseling and Psychoterapy. Brooks/Cole Publishing Company.



Jumat, 20 Maret 2015

Psikoterapi vs Konseling. Beserta bentuk utama terapi

Psikoterapi dan konseling. Sebenarnya konseling sama psikoterapi itu beda atau sama sih? Kalau kita liat dari definisi masing-masing hal trsebut sepertinya ada kemiripan ya. Lalu, perbedaan antara dua itu apa saja? Disini kita akan membahas tentang perbedaan psikoterapi dan konseling tersebut

Sebenernya perbedaannya apa aja sih?

Perbedaan antara keduanya sebenarnya tidak terlalu besar, demikian diucapkan oleh Patterson (1959), karena beberapa metode pada masing-masing seperti pencipta rapport, peranan klien dan arah hubungan atau pendekatan, kesemuanya dipakai oleh keduanya. 
Black (1952) juga mengemukakan bahwa beberapa metode yang universal dan esensial pada psikoterapi seperti rappor, menerima dan menghargai hakikan dan martabat pasien, kualitas hubungan dengan pembatasannya, yang semua bisa di pakai dalam konseling. Hal yang kiranya sama juga dikemukakan oleh Tyler (1961, 1969).

Membedakan metode keduanya karena itu sulit dilakukan saecara tajam, hal ini karena di dalam psikoterapi sendiri banyak sekali metode yang berlainan satu sama lain, demikian juga di dalam konseling itu sendiri, sehingga mempersulit membedakan keduanya.

Perbedaan mengenai metode ini kemudian diringkas oleh Stefflre & Grant (1972) sebagai berikut:
Konseling ditandai dengan jangka waktu uang lebih singkat, lebih sedikit waktu pertemuannya, lebih banyak melakukan evaluasi psikologis, lebih memperhatikan masalah sehari-hari klien, lebih memberikan nasihat, kurang berhubungan dengan transferens, lebih menekankan pada situasi yang real, lebih kognitif dan berkurang internsitas emisi, lebih menjelaskan atau menerangkan dan lebih sedikit kekaburannya.

Kemudian, dikutip uraian dari Brammer & Shostrom (1977) dan Thompsn & Rudolph (1983) Perbedaan konseling dan psikoterapi adalah :

Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan bahwa :
1.      Konseling ditandai dengan adanya terminologi seperti : “educational. Vocational, supportive, situational, psoblem solving, conscious, awerness, normal, present-tome, dan short-time”
2.      Sedangkan psikoterapi ditandai oleh: “ supportive, roconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and other severe wmotional problems and long term”

Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson & Rudolph (1983), sebagai berikut :

Konseling untuk
ü  Klien
ü  Gangguan yang kurang serius
ü  Masalah : jabatan, pendidikan
ü  Berhubungan dengan pencegahan
ü  Lingkungan pendidikan dan non medis
ü  Berhubungan dengan kesadaran
ü  Metode pendidikan

Sedangkan psikoterapi untuk
ü  Pasien
ü  Gangguan yang serius
ü  Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
ü  Berhubungan dengan penyembuhan
ü  Lingkungan medis
ü  Berhubungan dengan ketidak sadaran
ü  Metode penyembuhan

Seteleh membaca perbedaan psikoterapi dan konseling, Sekarang disini akan menjelaskan bentuk-bentuk utama dari terapi

Terapi Supportive : Suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya

Terapi Reeducative : Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri.

Terapi Reconstuctive : Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya dialam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.

demikian penjelasan singkat mengenai psikoterapi dan konseling. semoga bermanfaat ya :)


Minggu, 15 Maret 2015

Membahas lebih jelas psikoterapi beserta tujuan dan unsur - unsurnya

Psikoterapi
Sebagai anak psikolog, pasti kalian sering banget kan denger kalimat psikoterapi, konseling, psikoanalisa, dan sebagainya. Disini aku mau ngejelasin nih, apa sih psikoterapi itu?

Mendasarkan pada uraian beberapa tokoh yang diakui keandalannya dalam bidang psikologi klinis, terutama bidang keahliannya dalam bidang psikoterapi, yakni L.R. Wolberg (1954) dan H.J. Eysenck (1961) akan mencoba menjelaskan apa itu psikoterapi.

Wolberg (1954) merumuskan psikoterapi sebagai suatu bentuk perawatan ( atau perlakuan, treatment) terhadap masalah yang timbul yang aslanya dari faktor emosi pada mana seorang terlatih, dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah sesuatu simtom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara lebih positif.

Sedangkan Eysenck (1961) merumuskan psikoterapi dalam beberapa ciri, yakni :
1.      Hubungan antar perorangan yang berlangsung lama
2.      Melibatkan seseorang yang terlatih
3.      Adanya ketidakpuasan pada diri klien tentang suatu emosional atau penyesuaian diri
4.      Pemakaian metode psikologi
5.      Aktivitas yang mendasarkan pada teori tetang kelainan mental
6.      Melalui hubungan yang dilakukan, bertujuan untuk memperbaiki ketidakpuasannya terhadap dirinya sendiri

Menurut Sarwono (2009:273) Psikoterapi adalah upaya intevensi oleh psikoterapis terlatih agar kliennya bisa mengatasi persoalannya. Pada dasarnya, metode psikoterapi adalah wawancara tatap muka perorangan, tetapi dalam praktik banyak variasi teknik psikoterapi, tergantung pada teori yang mendasarinya dan jenis masalah yang sedang dihadapi klien. Tujuan psikoterapi adalah untuk mengembalikan keadaan kejiwaan klien yang terganggu (mulai dari masalah ringan sampai gangguan mental berat) agar bisa berfungsi kembali dengan optimal sehingga klien tersebut merasa bisa merasa dirinya lebih sehat mental.

Udah pada ngerti belum penjelasan menurut para tokoh tadi tentang apa itu psikoterapi? Kalau udah ngerti kita lanjut lagi ngebahas tentang tujuan serta unsur-unsur dalam psikoterapi.

Sebenarnya tujuan psikoterapi itu apa sih ?
Menurut dua orang tokoh yakni Ivey, et. al dan Corey (dalam Gunarsa, 2007), tujuan psikoterapi itu adalah :
·         Pendekatan psikoanalisis adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari.
·         Pendekatan Rogerian, terpusat pada peribadi,
·         Pendekatan behavioristik, Terapi perilaku bertujuan secara umum untuk menghilangkan perilaku yang mal adaptive.
·         Metode dan teknik Gestalt, membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamannya.

Udah tau kan tujuan psikoterapi itu buat apa aja. Sekarang aku mau jelasin unsur-unsur apa aja yang ada di dalam psikoterapi itu.
Menurut Masserman (1984) melaporkan, ada delapan parameter pengaruh dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi, yaitu :
·         Peran sosial psikoterapis
·         Hubungan (persekutuan terapeutik)
·         Hak
·         Retrospeksi
·         Reduksi
·         Rehabilitasi
·         Resosialisasi
·         Rekapitulasi

Sepertinya udah cukup lengkap banget ya penjelasan aku yang di atas tadi. Kalo masih ada yang bingung bisa diliat langsung kok di referensi yang nanti aku cantumin di blog ini. Terima kasih udah mau mampir guys, semoga bermanfaat ~


referensi :

Prof. DR. Singgih D. Gunarsa. 2004. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK gunung mulia
Sarwono, S.W. 2009. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta : Rajagrafindo Persada
Corey, Gerald. (2009). Teori Konseling dan Psikoterapi. Bandung : Refika Aditama.
Gunarsa, S. D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
Wolberg, M. D. (1997). The Tecnique of Pschotherapy

Kamis, 03 Juli 2014

Cinta Dan Kehidupan Rumah Tangga

Menjalani ikatan perkawinan dan mempertahankan komitmen janji setia sehidupsemati menerima apa adanya seorang pasangan yang kita cintai itu tidaklah mudah, apalagi untuk mereka yang telah berpuluh puluh tahun menjalani status ikatan perkawinan. Disini saya akan menceritakan kisah hidup perjuangan mempertahankan hubungan dari sepasang suami istri yang telah hidup bersama selama kurang lebih 23 tahun.

sebelum saya menceritakan kisah perjalanan keluarga mereka disini saya akan menceritakan dulu awal mula mereka berkenalan. Sebut sajaa ibu H. Ibu H ini menikah dengan bapak yang berinisial E pada umur 19 tahun, iya ibu ini menikah muda dengan bapak E dengan jarak waktu perbedaan umur mereka 10 tahun. Ketika itu bapak E berusia hampir 30 tahun.

Ketika menikah mereka termasuk pasangan yang sederhana, hanya memiliki 1 mobil sedan dan rumah petak yang berstatus hanya mengontrak. Dulu bapak E bekerja sebagai supir taksi, dan ibu H berstatus sebagai ibu rumah tangga. Kehidupan mereka cenderung biasa saja sampai akhirnya dua tahun mereka berumah tangga, mereka baru dikaruniai seorang anak. Anak pertama mereka perempuan, dan karena mereka telah mempunyai anak, bapak E berpikir mereka tidak mungkin terus menerus tinggal dirumah petak ini dengan kondisi yang seadanya. Maka dari itu bapak E mulai giat bekerja demi kehidupan yang mapan untuk anak dan istrinya sekarang. Telah lama sekali mereka menabung dari hasil kerja eras bapak E dan akhirnya mereka mamp membeli perumahan ditempat yang dulu termasuk kawasan elite.

Mereka sangat bersyukur akhirnya mampu membeli rumah yang beratas namakan bapak tersebut, tidak lagi tinggal dirumah yang berstatus mengontrak. Dan dua tahun kemudian setelah mereka mendapatkan anak pertama, lahirlah anak kedua mereka yang berjarak 2 tahun dari anak pertamanya itu yang juga berjenis kelamin perempuan. Hidup bapak E dan Ibu H telah lengkap, telah dikaruniai 2 anak perempuan yang bisa membuat kondisi rumah mereka tidak sesepi dulu.
Namun perjalanan keluarga mereka tidaklah semulus yang dibayangkan. Banyak perbedaan pendapat dan pertengkaran yang mereka hadapi, dikarenakan masalah ekonomi, selisih pendapat, dan masalah lainnya yang ada didalam keluarga.

Diumur pernikahan mereka yang sekitar 5 atau 6 tahun itu, mereka hampir sempat memutuskana untuk bercerai, namun niat itu mereka pikirkan berulang ulang karena mengingat anak-anak perempuan mereka yang pastinya sangat berharap bisa terus bersama hingga anak-ana nya dewasa. Akhirnya niat itu pun mereka urungkan.

Setelah 13 tahun lebih mereka berumah tangga, ibu H pun berniat untuk membantu suaminya dalam keadaan ekonomi karena mereka berpikir tidak akan bisa hidup hanya bermodalkan dari hasil kerja bapak E tiap harinya. Ibu H pun mulai bekerja membuka usaha butik. Uang yang digunakan itu dari hasil jual mobil bapak E dan uangnya dibagi dua untuk membuka modal usaha ibu H dan membeli mobil untuk bapak E.

Kini usaha ibu H mengalami kemajuan yang pesat hingga dapat merenovasi rumah mereka dan dapat membeli mobil baru. Kehidupan keluarga ini semakin hari semakin meningkat, jarang ada perselisihan pendapat, jarang adanya pertengkaran karena mereka sama-sama sibuk dibidangnya masing-masng dan mengingat anak-anak perempuan mereka semakin hari semakin dewasa dan membutuhkan modal yang cukup banyak untuk menghidupi kehidupan sehari-hari.

Ditahun ke 16 pernikahan mereka ibu H pun mulai membuka cabang butiknya di tempat yang lain. Kini ibu H lebih sibuk ditimbang bapak E. Sering kali bapak E mendukung usaha yang dilakukan ibu H. Mulai dari mengurus anak-anak yang sering ditinggali ibu H akrena beliau sedang sibuk dengan usahanya. Ibu H mengatakan dulu bapak E sama sekali tidak mau mengurus rumah ataupun membersihkan rumah, tetapi sekarang bapak E telah mengerti kondisi sibuknya ibu H. Bapak E relah mau membantu mengurusi rumah jika ia sedang tidak sibuk, mau bembantu mengurus anak-anak antar jemput mereka sekolaah, sampai mau memasak untuk makan anak-anak dirumah.

Ibu H bercerita rahasia mereka dapat bertahan hingga saat ini karena mereka berdua mau mendengarkan keluh kesah antara mereka satu sama lain, komunikasi yang dilakukan mereka tetap terjaga walaupun mereka sedang dalam keadaan sibuk, mau mengalah ketika perdebatan antara mereka berdua berbeda, dan selalu berpikir bahwa bercerai itu tidak selalu menyelesaikan masalah, mereka selalu mengingat masa depan dan efek yang akan didapati oleh anak-anak perempuan mereka apabila mereka bercerai.

Menyatukan isi pendapat dan menyatukan sifat karakter tiap orang tidaklah mudah, apalagi bagi pasangan yang telah menikah hingga hampir 23 tahun ini. Tindakan sabar ibu H dalam menghadapi watak bapak E yang cenderung keras kepala itu kadang membuat bapak E mau mengalah.
Kini mereka telah mendapati kehidupan yang bahagia. Anak-anak perempuan mereka kini telah dewasa, kehidupan ekonomi mereka pun alhamdulillah dalam keadaan cukup. Dapat membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi, memiliki rumah yang nyaman, memiliki transportasi masing-masing. Walaupun itu mesti harus memutar uang agar dapat mewujudkan apa yang mereka inginkan.

Kehidupan rumah tangga yang dikatakan sibuk itu tidaklah selalu berakhir dengan perceraian. Karena sekarang marak sekali pasangan suami istri bercerai karena mereka dalam keadaaan yang ekduanyqa sibuk di bidang masing-masing. Sibuk dengan aktifitasnya sendiri. semua bermula dari komunikasi. Apabila komunikasi tetap terjaga dengan baik, dan masih ada yang mau bersabar untuk mengalah serta mengerti kondisi pasangan ketika stres dalam pekerjaan, dan salah satu ingin mengalah demi mempertahankan hubungan insha allah hubungan suami istri tetap dapat terjaga.

Selalu ingat kurva U. Didalam ilmu psikologi perkembangan, kehidupan rumah tangga itu dapat dibilang memiliki kurva U. Diawal pernikahan mereka mendapat posisi puncak karena mereka telah hidup bersama, mendapatkan anak, dan mengetahui atau mengenal satu sama laina. Tetapi kehidupan rumah tangga ketika 10 tahun akan mengalami penurunan diposisi bawah. Kehidupan yang monoton, keadaan ekonmi yang tidak stabil karena perlengkapan yang dibutuhkansemakin banyak, dan masalah-masalah rumah tangga lainnya. Namun ketika pasangan dapat mempertahankan kehidupan rumah tangga mereka, maka mereka akan mendapatkan posisi U yangberada dipuncak lagi. Anak-anak mereka yang telah beranjak dewasa dan akan berkeluarga, kondisi ekonomi yang stabil, dan kebahagian ketika mereka menikmati masa tuanya.

Demikian cerita saya dalam menceritakan kisah hidup keluarga bapak E dan ibu H. Semoga dengan cerita ini dapat memotivasikan pasangan keluarga yang mempunyai sttus sama-sama bekerja.